RSS

Kelebihan dan Kelemahan Dinar dan Emas Batangan

21 Mar

Banyak investor emas pemula yang ‘bingung’ memilih antara dinar dan emas batangan. Jika ditanyakan ke ahlinya alias pakar-pakar emas, mereka akan menjawab keduanya baik dan bagus.  Kalau memang berbeda, mengapa harus ada nama dinar dan emas batangan? Mari kita simak perbandingannya dibawah ini:

DINAR
Kelebihan Dinar:
1. Memiliki sifat unit account; mudah dijumlahkan dan dibagi. Kalau kita punya 100 Dinar hari ini mau kita pakai 5 Dinar maka tinggal dilepas yang 5 Dinar dan disimpan yang 95 Dinar.
2. Sangat liquid (mudah diuangkan) untuk diperjualbelikan karena kemudahan dibagi dan dijumlahkan seperti ditulis pada poin (1) di atas.
3. Memiliki nilai da’wah tinggi karena sosialisasi Dinar akan mendorong sosialisasi syariat Islam itu sendiri. Nishab zakat misalnya, ditentukan dengan Dinar atau Dirham – umat akan sulit menghitung zakat dengan benar apabila tidak mengetahui Dinar dan Dirham ini.
4. Nilai jual kembali tinggi, mengikuti perkembangan harga emas internasional; hanya dengan dikurangkan biaya administrasi dan penjualan sekitar 4% dari harga pasar. Jadi kalau sepanjang tahun lalu Dinar mengalami kenaikan 31% maka setelah dipotong biaya 4% tersebut hasil investasi kita masih sekitar 27%.
5. Mudah diperjualbelikan sesama pengguna karena tidak ada kendala model dan ukuran.

Kelemahan Dinar:
1. Di Indonesia masih dianggap perhiasan, penjual terkena PPN 10% (Sesuai KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83/KMK.03/2002 bisa diperhitungkan secara netto antara pajak keluaran dan pajak masukan toko emas maka yang harus dibayar ‘toko emas’ penjual Dinar adalah 2%).
2. Ongkos cetak masih relatif tinggi yaitu berkisar antara 3%-5% dari nilai barang tergantung dari jumlah pesanan.

EMAS BATANGAN
Kelebihan Emas Batangan:
1. Tidak terkena PPN
2. Apabila yang kita beli dalam unit 1kg tidak terkena biaya cetak.
3. Nilai jual kembali tinggi.

Kelemahan Emas Batangan:
1. Tidak fleksibel; kalau kita simpan emas 1kg, kemudian kita butuhkan 10gr untuk keperluan tunai tidak mudah untuk dipotong. Artinya harus dijual dahulu yang 1kg, digunakan sebagian tunai, sebagian dibelikan lagi dalam unit yang lebih kecil maka akan ada kehilangan biaya administrasi beberpa kali.
2. Kalau yang kta simpan unit kecil seperti unit 1gr; 5gr; 10gr, maka biaya cetaknya akan cukup tinggi.
3. Tidak mudah diperjualbelikan sesama pengguna karena adanya kendala ukuran. Pengguna yang butuh dan memiliki dana senilai 100gr, tidak akan tertarik membeli dari pengguna lain yang mempunyai kumpulan 10gr-an. Pengguna yang akan menjual 100gr tidak bisa menjual ke dua orang yang masing-masing butuh 50gr, dst.

Sumber: Think Dinar

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2012 in Uncategorized

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: